Sunday, December 25th, 2005
"Wa anna ila Rabbikal-muntaha" : "Sesungguhnya kepada Tuhanmu itulah puncak segala tujuan".
"Berdzikirlah kamu kepada-KU niscaya AKU berdzikir kepadamu".
( QS. Al-Baqarah : 152 )
"Wa anna ila Rabbikal-muntaha" : "Sesungguhnya kepada Tuhanmu itulah puncak segala tujuan".
"Berdzikirlah kamu kepada-KU niscaya AKU berdzikir kepadamu".
( QS. Al-Baqarah : 152 )
Alhamdulillah kita diciptakan oleh ALLAh S.W.T. sebagai manusia. Karena kalau kita lihat ciptaan ALLAH S.W.T. yang kasat mata lainnya seperti halnya Batu, dia hanya bisa diam tak bisa berkembang.
Pohon dan tanaman bisa berkembang tak punya indera.
Binatang punya indera tak punya akal.
Manusia bebas bergerak, mampu berkembang, dianugerahi indera pun juga Akal oleh-Nya.
Sepatutnya manusia bersyukur atas segala anugerah-Nya dan bisa memelihara Anugerah tersebut.
Sehingga manusia tidak sama halnya dengan makhluk yang lannya ciptaan ALLAH S.W.T.
Dikutip dari : Mutiara Hikmah SCTV tgl. 01 Des ‘05 pukul 01.00 wib.
Yang disampaikan oleh : Kiai Musthofa Bisri (Gus Mus).
Nggak pernah ada CINTA tulus buat diriku…..
Yang ada hanyalah Rasa Kasihan, Simpati, Tempat pelarian bahkan Pelampiasan atas ketidakpuasan akan CINTA yang lalu………………
FUCK OFF with LOVE………!!!!
I Just Believe True LOVE from my MOTHER………….
Wanita suci
Bagiku kau bukanlah bunga.
Tak mampu aku samakan kau dengan bunga-bunga Terindah dan terharum sekalipun.
Bagiku manusia adalah mahluk terindah Tersempurna dan tertinggi.
Bagiku dirimu salah satu manusia terindah Tersempurna dan
tertinggi Karenanya kau tak membutuhkan persamaan.
Wanita Suci
Dengan menatapmu, telah membuatku terus mengingatmu Dan
memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku Membuatku inginkan dirimu sepenuh hati, seluruh jiwa sesemangat mentari.
Dirimu terlalu suci untuk hadir dalam khayalku Yang penuh dengan lumpur…
Wanita suci
Menghabiskan waktu berdua denganmu bagai mimpi tak berujung.
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu Meski
ujung penutupmupun tak pernah berani kusentuh.
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku…
Karena aku biasa memakaikan topeng keindahan pada wajah
burukku Meniru pakaian para rahib, kiai dan ulama Meski hatiku lebih kotor dari kubangan lumpur.
Wanita suci
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci Yang dengan
sepenuh diri membawamu pada Ilahi Untuknya dirimu ada…
Tunggu sang lelaki suci menjemputmu
Atau kejar sang lelaki suci itu…
Dialah hakmu…
seperti dicontohkan ibunda Khadijah
Jangan ragu…,
jangan malu…
Wanita suci
Bariskan harapanmu pada istikharah penuh ikhlas Relakan Tuhan pilihkan lelaki suci bagimu Mungkin sekarang atau nanti…
Bahkan mungkin tak ada…, sampai kau mati
Karena kau terlalu suci,untuk semua lelaki,dalam permainan ini.
Karena lelaki suci itu menantimu di istana kekal Yang kau bangun dengan kekhusu’an ibadah.
Wanita suci
Pilihan Tuhan tak selalu seindah inginmu.
Tapi itulah pilihan-Nya,Tak ada yang lebih baik dari pilihanNya.
Sang Kekasih Tertinggi Tempat kita memberi semua cinta.
Dan menerima cinta yang tak terhinggaDalam tiap detik hidup kita.
(untuk yg ada disana, Dia-lah Maha Pembuat Skenario Terbaik……, biarlah Dia yg menentukan…)
from : prayoga.net
Indah Wujudmu….
Kecantikan raut itu indah nian.
Auranya menebar berjuta makna keindahan.
Bak hijau dedaun bertahta jernih embun pagi.
Seraut wajah didepanku bermahkota putih melati.
Kecantikan, teramat indah wujudmu.
Mengusik khusyuk langkah kesendirian jiwaku.
Aku adalah seorang Pria.
Kan kurebahkan angkuhku diperaduan-nya.
Biar kuterbuai, terpedaya pun terhanyut selami air mukamu.
Bila nanti kuterjaga, kan kukenang sebagai mimpi indahku.
Maha, itulah wujud sempurna.
Dimanakah kelopak indah itu sebenarnya bertahta
Tulusku ingin mencari arti dari pesona engkau wanita……………
Violet Poetry
Cinta adalah
Mawar yang terbuang
Demi samar sang Bintang
Cinta adalah…
Ketulusan menghempas sang Mawar
Yang Merona didepan Mata
Namun menusuk duri dihati.
Menggoda warna merah jingga
Habis dipetik layu jua.
Cinta adalah…
Ketulusan memetik sang bintang
Bersinar saat semesta gulita
Menebar cahaya tak pandang siapa
Meski redup tak sanggup
Awan kelabu tuk menutup.
14 Februari 2002