Archive for June, 2006

Begadang Jangan Begadang…

Sunday, June 25th, 2006

Begadang Jangan Begadang…

Jadi teringat lagu nya Bang Rhoma….. Begadang jangan begadang….Begadang boleh saja…asal nonton Piala Dunia…:)

Tiap hari kerjaan begadang terus….. Pesona Piala Dunia memang mampu menghipnotis dan mengajak mata untuk bertahan melek hingga subuh hari. Gak masalah…yang pasti jangan sampek ketinggalan Argentina atau Inggris yang maen… Maklum tim favorit…

Tiap hari selama Piala Dunia praktis tidur selalu abis Sholat Subuh. Coz pertandingan Piala Dunia yang digelar di ranah Jerman kali ini memang hadir tiap jam 20.00, 22.00, 24.00 atau 02.00 dini hari. Kelar pertandingan terakhir pasti jam 04.00 pagi. Yach… terpaksa harus begadang dan pulang dari kantor jam 04.30 terus…. yang pasti abis sholat Subuh mata harus terpejam.

Bangun-bangun jam 13.00 atau bahkan lebih… Abis mandi, sholat Dhuhur pergi lagi ngantor… Wuuuiiihhhh…. monoton banget… hidup ini…bosen….:(

Akibat kebanyakan Begadang…kambuh dech penyakit langganan…. "Radang tenggorokan"…

Tenggorokan nyeri and serak, Hidung meler "Pilek", ama suhu badan tinggi…

Alhamdulillah hari ini agak mendingan Man….

Minum Mixagrip buat ngilangin pilek… ama Hemaviton buat nyegerin badan….

Wes..ewes…ewes… Bablas angine….

FIFA Argentina…. & BRAVO England…!!!

Sunday, June 25th, 2006

"Inna Sholati Wanusukii Wamahyaaya Wamamaati Lillaahi Robbil Alamiin"

= Sesungguhnya Sholatku, Ibadahku, Hidup & Matiku Hanyalah Untuk ALLAH S.W.T. Tuhan Semesta Alam. =

Aku mencoba memahami Cinta

Sunday, June 25th, 2006

“Aku mencoba memahami Cinta”

Aku  ditikam oleh Cintaku sendiri.

Aku dicampakkan bahkan ditinggalkan sendiri.

Apakah salahku, tiada jawab sedikitpun dari bibir Cinta.

Hanya sebaris kata menusuk jiwa kuterima dengan relanya.

Aku mencoba memahami Cinta.

Aku hanyalah sampah dimata Cinta.

Aku bukanlah manusia baik-baik, 

Karna ada terlalu banyak manusia baik bahkan jauh lebih baik dariku

Dimata Cinta.

Aku mencoba memahami Cinta.

Aku hanyalah insan hina dimata Cinta.

Aku bukanlah insan shaleh.

Karna ada terlalu banyak insan shaleh bahkan jauh lebih shaleh dariku

Dimata Cinta.

Aku mencoba memahami Cinta

Aku banyak belajar dari Cinta

Aku belajar “BerCinta“ darimu Cinta.

Aku belajar “BerCumbu“ darimu Cinta.

Aku belajar “MenCium“ darimu Cinta.

Aku belajar kepada Cinta karna Cinta jauh lebih ahli dalam “BerCinta“.

Sebelum aku “BerCinta“ dengan Cinta.

Aku hanya manusia biasa belum pernah merasakan nikmat “BerCinta”.

Aku lugu bahkan masih perjaka untuk mengenal bahkan menggauli Cinta.

Sekarang dalam kesendirianku,

Aku “BerCinta“  dengan  insan yg menCintai-ku dengan penuh tulus.

Aku “BerCumbu“ dengan hitam langit malam dan sepi yg menaunginya..

Aku “MenCium“ dengan teramat dalam kasih sayang nan suci antar insan manusia.

Aku takut mengulangi kesalahan dan dosa yg kulakukan bersama Cinta.

Kan kupikul beban dosa yg lalu meski “ingatlah’ itu dosa kita berdua Cinta!.

Created by

: - @ -

Lagu Satu

Sunday, June 18th, 2006

Lagu Satu (Hidup)

By : Iwan Fals

Jalani Hidup
Tenang Tenang, Tenanglah Seperti Karang
Sebab Persoalan Bagai Gelombang
Tenanglah Tenang, Tenanglah Sayang

Tak Pernah Malas
Persoalan Yang Datang Hantam Kita
Dan Kita Tak Mungkin Untuk Menghindar
Semuanya Sudah Suratan

Oh, Matahari
Masih Setia
Menyinari Rumah Kita
Tak Kan Berhenti, Tak Kan Berhenti Menghangati Hati Kita
Sampai Tanah Ini Inginkan Kita Kembali
Sampai Kejenuhan Mampu Merobek-Robek Hati Ini

Sebentar Saja
Aku Pergi Meninggalkan
Membelah Langit
Punguti Bintang
Untuk Kita Jadikan Hiasan

Sampai Tanah Ini Inginkan Kita Kembali
Sampai Kejenuhan Mampu Merobek-Robek Hati Ini

Tenang Tenang, Tenanglah Sayang
Semuanya Sudah Suratan
Tenang Tenang, Seperti Karang
Bintang Bintang Jadikan Hiasan

Berlomba Kita Dengan Sang Waktu
Jenuhkah Kita Jawab Sang Waktu
Bangkitlah Kita Tunggu Sang Waktu
Tenanglah Kita Menjawab Waktu
Seperti Karang Tenanglah…..
Seperti Karang Tenanglah….

Gus Dur, Al-Quran, dan Pornografi

Saturday, June 10th, 2006
Gus Dur, Al-Quran, dan Pornografi

 

Oleh: Mohamad Guntur Romli*
Syahdan, Khalifah Harun al-Rasyid marah besar pada sahibnya yang karib dan setia, yaitu Abu Nawas. Ia ingin menghukum mati Abu Nawas setelah menerima laporan bahwa Abu Nawas mengluarkan fatwa: tidak mau ruku’ dan sujud dalam salat. Lebih lagi, Harun al-Rasyid mendengar Abu Nawas berkata bahwa ia khalifah yang suka fitnah! Menurut pembantu-pembantunya, Abu Nawas telah layak dipancung karena melanggar syariat Islam dan menyebar fitnah. Khalifah mulai terpancing. Tapi untung, ada seorang pembatunya yang memberi saran, hendaknya Khalifah melakukan tabayun (konfirmasi) dulu pada Abu Nawas.

Abu Nawas pun digeret menghadap Khalifah. Kini, ia menjadi pesakitan. “Hai Abu Nawas, benar kamu berpendapat tidak ruku’ dan sujud dalam salat?” tanya Khalifah dengan keras.

Abu Nawas menjawab dengan tenang, “Benar Saudaraku.”

Khalifah kembali bertanya dengan nada suara yang lebih tinggi, “Benar kamu berkata kepada masyarakat bahwa aku, Harun al-Rasyid adalah seorang khalifah yang suka fitnah?”

Abu Nawas menjawab, “Benar Saudaraku.”

Khalifah berteriak dengan suara yang menggelegar, “Kamu memang pantas dihukum mati, karena melanggar syariat Islam dan menerbarkan fitnah tentang khalifah!”

Abu Nawas tersenyum seraya berkata, “Saudaraku, memang aku tidak menolak bahwa aku telah mengeluarkan dua pendapat tadi, tapi sepertinya, kabar yang sampai padamu tidak lengkap, kata-kataku diplintir, dijagal, seolah-olah aku berkata salah.”

Khalifah berkata dengan ketus, “Apa maksudmu, jangan membela diri, kau telah mengaku dan mengatakan kabar itu benar adanya!”

Abu Nawas beranjak dari duduknya, dan menjelaskan dengan tenang, “Saudaraku, aku memang berkata ruku’ dan sujud tidak perlu dalam salat, tapi dalam salat apa? Waktu itu, aku menjelaskan tata-cara salat jenazah yang memang tidak perlu ruku’ dan sujud.”

“Bagaimana soal aku yang suka fitnah?” tanya Khalifah.

Abu Nawas menjawab dengan senyuman, “Kala itu, aku sedang menjelaskan tafsir ayat 28 surat al-Anfal, yang berbunyi ketahuilah bahwa kekayaan dan anak-anakmu hanyalah fitnah (ujian) bagimu. Sebagai sebagai khalifah dan seorang ayah, kamu sangat menyukai kekayaan dan anak-anakmu, berarti kamu suka “fitnah” (ujian) itu.” Mendengar penjelasan Abu Nawas yang juga kritikan, Khalifah Harun al-Rasyid tertunduk malu, menyesal dan sadar.

Rupanya kedekatan Abu Nawas terhadap Harun al-Rasyid menyulut iri dan dengki di antara pembatu-pembatunya. Kedekatan ini dibuktikan Abu Nawas memanggil Khalifah Harun al-Rasyid dengan kata “ya akhi” (saudaraku). Hubungan di antara mereka bukan antara tuan dan hamba. Pembantu-pembantu khalifah yang hasud ingin memisahkan hubungan akrab tersebut dengan memutarbalikkan berita.

***

Saat ini, kisah yang menimpa Gus Dur mirip cerita Abu Nawas. Tersiar desas-desus, Gus Dur mengatakan Al Quran adalah kitab suci porno. Menurut kabar angin itu pula, pernyataan Gus Dur tersebut diucapkan sewaktu acara “Kongkow Bareng Gus Dur” di Kantor Berita Radio (KBR) 68H Jakarta, yang mengudara saban Sabtu pukul 10.00 sampai 12.00 WIB. Kebetulan saya salah seorang pembawa dari acara tersebut. Karena tuduhan itu, Gus Dur diteror oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam di Purwakarta (23/5).

Seperti nasib Abu Nawas, pernyataan Gus Dur tersebut sengaja diplintir, dan dilepaskan dari konteksnya karena ada motif dan untuk tujuan tertentu. Padahal dalam acara kongkow tersebut, berkali-kali Gus Dur menegaskan bahwa konsepi porno ada dalam otak seseorang. Kita sering bilang, orang yang otaknya lagi ngeres, atau lagi “piktor” (pikiran kotor). Penyataan Gus Dur yang lengkap begini, “Porno itu letaknya ada dalam persepsi seseorang. Kalau orang kepalanya ngeres, dia akan curiga bahwa Alquran itu kitab suci porno, karena ada ayat tentang menyusui (al-Baqarah: 233) dan ada roman-romanan antara Zulaikha dengan Yusuf (Yusuf: 24).” Liciknya, mereka yang pernah juga menyebarkan fitnah bahwa Gus Dur telah dibaptis, menyebarkan bahwa Gus Dur telah berkata bahwa Al-Quran itu kitab suci porno.

Pemenggalan kata-kata tersebut sangatlah berbahaya. Kita bisa mengatakan Alquran mengecam orang yang salat ketika hanya mengutip ayat 4 dalam surat al-Ma’ûn, “maka celakalah orang-orang yang salat!” (fawaylul lil mushallîn). Padahal maksudnya orang yang melaksanakan salat tapi masih celaka adalah orang yang salat tapi lalai: ingin dilihat orang, dan enggan bersedekah—dijelaskan dalam tiga ayat sesudahnya.

Gus Dur memang tidak pernah sepi dari tuduhan tersebut. Dulu ia pernah dituduh ingin mengubah assalamualaikum menjadi selamat pagi, siang, sore, dan malam. Seperti Abu Nawas,Gus Dur dituduh ingin mengubah rukun salat, ketika menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mengakhiri salat bukan lagi assalamualaikum yang diucapkan, tapi, selamat pagi untuk salat subuh, selamat siang untuk salat dzuhur, selamat sore untuk ashar, selamat petang untuk salat magrib, dan selamat malam untuk salat isya’. Padahal Gus Dur mengatakan boleh mengganti assalamualaikum dalam konteks sapaan (greeting) bukan dalam salat.

Untuk itulah, bagi yang masih berakal sehat, akan langsung bertabayun kepada Gus Dur, bukan langsung menuduh, menyebarkan fitnah, apalagi melakukan tindak kekerasan. Bukankah menurut Al-Quran hanya orang fasiklah yang tidak mau bertabayun?

*Penulis adalah presenter “Kongkow Bareng Gus Dur”

Sumber : http://www.gusdur.net/indonesia/index.php?option=com_content&task=view&id=2500&Itemid=42

Wednesday, June 7th, 2006

Sabtu, 03/06/2006

Pulang dari kantor jam 7 Pagi, ngantuk banget rasanya… Wuuaaahh……(menguap). Pulang ke kost sambil kriyep-kriyep and rasanya bau kasur aja… Nyampek di kost langsung aja tanpa babibu…"micek forever".

Jam 12.00 wiBDG, KKKRRIIIIIIINNNGGG…..ada telpon dari kantor… Eh… ternyata Teh Dewi (SekRed) konfirmasi soal ilustrasi buat cerpen hari minggu untuk Pak Bre Redana (Palmerah). Udah aku email ke Email Pak Bre Redana koq Mbak….Jawabku….Sambil setengah sadar gitu…

Abis itu… micek lagi…… (mumpung hari bebas tugas alias prei). Bangun-bangun, eh.. wis jam setengah telu sore Rek !!!. Wah… aku telat gak ikut ke Waduk Cirata-Purwakarta… Abis mandi.. telpon dech aku ke Teh Dewi pake nomor Simpati BDG-ku… Sampai mana Teh…Udah sampai Tol Pasteur Di… katanya…""""""""""""""""""""""""

Gedubrak !!! Wah…. ternyata aku ketinggalan rombongan pergi liburan ke Waduk Cirata… Nyesel banget….Rasane mangkel cuk…. Buang kesempatan tuk cari pengalaman di BDG… Sumpek Cuk…………..!!! Asu…. Borring banget ning kost-kostan…."""""""""""""""""""""""""""

Jam 4 sore ngajak Adi-PB buat jogging ke Tegallega gak mau… dia mau MBojo dewe ama UCI’(ITB)…. Tambah ngenes kirik…asu…anjing….(isi kebun binatang keluar semua…"""""""""""""""")

Yach… aku nebeng dech ampek kantor buat utak-atik komputer…

Malam mingguan khas JOMBLO….. MBojo karo komputer…ning kantor pisan… Nasib… nasib….jauh-jauh dari Suroboyo cuman MBojo karo Komputer ning kerjoAN…??? Malang nian nasibmu Baghonk…Baghonk….""""""""""""""""""""""""

Bosen utak-atik komputer… ada ajakan menarik dari Mas Wahyu TI… ke Gramedia yuk… Ayo… tanpa basa-basi aku iya-kan ajakan itu…

SMS Adi-PB…Dab pinjem sepeda motor Faiq bisa gak ?… dibales… Sorri Dab mau aku pake’ keluar Dinner ama Nyi Roro Kidul :) … yach jadi ngiler liat orang MBojo… terpaksa dech dari kantor ampek gramedia naik Mersi alias Mersikel alias ngosel alias mlaku alias jalan kaki…

Sepanjang jalan Dago suasana hingar-bingar BDG kerasa banget… jalan dua arah yang cukup gede itu dibuat macet oleh kendaraan and keramaian pengamen yang rata-rata masih muda-muda and modis-modis banget (ini yang membedakan pengamen BDG ama kota-kota lainnya…""""""""""").

Untung jalan kaki… coba kalau naik angkot sama aja kalah cepet nyampeknya ama yang jalan kaki…coz lalu-lintas Jl. Dago menuju Jl. Merdeka padat merayap… biasa malam mingguan…

Ampek di perempatan jalan Merdeka ada sepasang kekasih yang Ceweknya Berjilbab putih lagi ngegandeng tangan Cowoknya. Wah… jadi teringat masa-masa bercinta di zaman Jahiliyah dulu… mesra…banget….Wakakakkaaakkkk………….

Masuk Gramedia depan BIP (Bandung Indah Plaza)…… Muter-muter mo nyariin tas buat keponakan koq jelek-jelek… gak sesuai selera… Langsung aja naik ke lantai Dua terus langsung ke lantai Tiga…buat nyari’ buku…

Berhenti…..lalu aku tertarik untuk baca buku yang ngegugat pernyataan Gus Dur tentang Al-Qur’an yang merupakan kitab suci ter-Porno…. Lupa karangan siapa… terbitan mana…penulis nya siapa…??? Gak tahu lah… yang pasti disitu ada pernyataan Gus Dur yang menyebutkan bahwa Qur’an adalah kitab paling porno didunia dengan berbagai argumennya yang nyeleneh dan sulit dimengerti oleh wong awam…. Wah gak ngreken Rek… omonganne wong-wong pinter lan punya kepentingan dewe-dewe kuwi… gak weruh sopo sing bener… sing pasti podo ngaku bener dewe-dewe…

Niatnya awal ke Gramedia… mau nyari’ buku-buku yang ada hubungannya ama desain photosop… But, arah angin membawa aku ke arah rak-rak yang berisi buku-buku Agama… Dihadapan ada Buku Tuntunan Sholat Praktis…. Wah… ini dia buku yang aku cari’…. maklum…pemula dalam hal agama dan sholat…:(

Abis itu agak geser kekiri sedikit ada buku berwarna kuning menarik pandangan mata… Buku berjudul La-Tahzan (Jangan Bersedih)…buku terlaris di Timur Tengah… Aku tanya Mas Wahyu TI… katanya ini buku tentang Psikologi Religi yang bagus banget buat kejiwaan seseorang yang sering dilanda kesedihan biar menumbuhkan semangat….and biar gak patah semangat…

Wah… bagus juga nich…. sabet……!!!!

Bayar di kasir ama nunjukin kartu karyawan KOMPAS… dapet diskon 10 % dech…..Seumpama aku beli produk Kelompok Kompas-Gramedia dapet diskonnya 20%… Lumayan…ngirit…maklum anak kost-kostan….

Keluar dari Gramedia….di depan gedung gelanggang muda (lupa nama persisnya) sebelah BIP ada panggung dangdutan buat menggalang dana kemanuasiaan gempa Yogya…Biang macet juga nich…

Gak jauh dari situ… terlihat didalam mobil ada sepasang kekasih yang sedang dilanda asmara…. apakah yang terjadi didalam sana saudara-saudara…yach.. GOOOLLLL !!!!

Ternyata mereka berdua lagi KIIIISSSIIIINNNNGGGG alias berciuman………. Wah…….pengen………… :p

Untungnya Urang-urang Bandung pada cuek bebek liat yang kaya’ gituan meski ditempat ramai pinggir jalan kaya gitu….Ancur Man……………….!!!!

Bersambung yach…. udah jam 3 pagi …. ngantuk…..

                             *******

Sambungan…..Beda hari, Beda Tanggal, Bulan ama Tahun yang sama….

Dalam perjalanan pulang di sepanjang jalan dago terlihat fenomena yang nggak biasa…Aksi simpatik dadakan menjamur….

Mulai dari yang menamakan komunitas Viking (Suporter Persib BDG) hingga kelompok Waria BDG melakukan aksi penggalangan dana buat gempa Yogya. Bahkan anak-anak komunitas Motor yang biasanya di tempat itu cuman nongkrong doank… ikutan juga menggalang dana sosial itu.

Yang paling unik aksi penggalangan dana tersebut adalah aksi dari Mahasiswa ITB dari fakultas farmasi ato kedokteran gak jelas…yang pasti mereka pada pake’ Jas Lab.(Putih-putih) saat melakukan aksi. Menariknya, ada aksi teatrikal juga disana….dari deket aku dengerin bahasa mereka pas lagi ngobrol… ternyata mereka ngobrolnya pake’ Bahasa inggris Man…Dahsyat emang ITB…. T.O.P. dah….

Setelah itu lewat lah segerombolan anak-anak Muda BDG yang lagi ngendarain Sepeda Kumbang alias Sepeda Kebo (kata Orang Jawa). Unik banget and yang pasti BEDA !!!!!

Yach itulah saudara-saudara pembaca budiman sekalian, sekelumit cerita dari sang pengelana… Bandung adalah Bandung, banyak fenomena unik dan menarik didalamnya…. Dan Jomblo tetaplah Jomblo…. gak bisa berkencan dan nggak punya gadis pujaan hati adalah penyiksaan holistik, manipulatif, dan impulsif (Gak tau artinya…yang penting bisa ngucapin.. He..he….)

Sekian…. Matur Nuwun Sanget…..Monggo……..